kisah seorang kiki (pemuda ? baca ini)
Uncategorized January 11th, 2007Jum’at,
12 januari 2007. Pagi ini, gw mau sarapan bubur kacang ijo. Pas gw masuk ke
tempat bubur kacang ijo, gw ngeliat ada anak cewek. Pake sweater item (lengkap
dg tudung topinya), pake rok sma. So, what’s wrong neh…? Tuh anak keliatan
masih muda banget. Tapi ditangannya terselip sebatang rokok. Yupz, rokok, benda
yang biasanya terselip di tangan orang2 yang “kurang” menghargai arti dari
sebuah kesehatan.
Dari
sudut mata gw, terus aja gw merhatiin tingkah tuh anak. Gayanya yang dah
“expert” banget (paling ga untuk ukuran anak ce yang masih jelas banget tampang
innocent-nya) nyelipin rokok di antara celah jari
gaya
dengan
gaya
hembusan asap rokok yang terus saja
keluar mengalir diantara dua bibir karena memang sengaja dihembuskan.
Gw
jadi terdorong buat ngobrol dg tuh anak. Yaah, biasalah, mulanya pertanyaan
basa-basi dulu. Cara lama tapi masih cukup efektif buat memulai pembicaraan.
Pertanyaan gw ga jauh2 dari seputar sekolah, kayak “mau sekolah ya ngeng ?
(hehehe, pake “ neng” nih yeee, menyesuaikan diri sih….), sekolah dimana? Kelas
berapa sekarang? Mau masuk jurusan apa…? de-el-el deh…
kan
gw juga pernah SMA, jadi kynya ga sulit
buat nanyain hal-hal ky gt.
Dari
percakapan itu gw tau klo namanya Kiki. Anak SMA Tamsis kelas 1 SMA, anak ke-2
dari dua bersaudara, kakaknya dah nikah, dia tinggal dibojongsoang, cita2nya
mau jadi dokter, dia masuk sekolah jam 10an. Yaaah, itu data pribadi dia. Satu
pertanyaan iseng gw tanyain ke dia,”Ki kenapa mau ngerokok?” opz, satu
pertanyaan yang cukup usil buat orang yang baru gw kenal. Dia cuma jawab “ya
mau aja”, ya udah, akhirnya obrolan pun berlanjut. Dari obrolan ini gw tau klo
ternyata dia ngerokok AWALNYA CUMA ISENG AJA NGIKUTIN TEMEN, DAN AKHIRNYA SAMPE
SEKARANG SUSAH BERENTINYA. n’ dia juga ngaku, klo sekarang ini dia biasanya
ngerokok 3 batang. Angka yang relative memang, tapi buat anak ky dia, itu
terlalu banyak!!!
Hmmm,
jadi tau deh gw tentang Kiki dan rokoknya. Apa dah selesai ampe situ….? Belum
men! Hal yang ngebuat gw tambah berdebar, ketika dia ngegulung tangan
swaternya. Awalnya yang sebelah kiri, terus yang sebelah kanan sambil ngusap2
tangannya. Mulanya sih gw ga peduli, tapi sepintas gw liat ada bekas
goresan-goresa. Duh, tambah kuatir aja gw, mungkin tuh anak sengaja ngegulung
tangan swaternya, supaya goresan itu bisa keliatan. Gw tanyain aja ke dia
tentang goresan itu. Yupz, satu lagi kejutan dari si Kiki kecil ini, kata2
ringan yang meluncur dari bibir tipis plus muka innocent itu “abis make” (make
di sini bukan bahasa inggris ya, tapi kata sehari2 yang digunain buat nyingkat
kata ‘memakai’). Opz, tentunya kita dah biasa dong dengan kata2 “make”. Kembali gw usil buat nanya2 tentang itu.
Terus dia bilang klo dia tuh make dah dua kali. Barangnya di dapet dari temen.
Terus dia ngegores2 tangannya itu pake suntikan. Ya udah deh, gw nasehatin dia
supaya berenti ngerokok n’ berenti make. Gw bilang, jangan dicoba2 deh, awalnya
cuma iseng, tapi akhirnya jadi kebiasaan loh, buktinya kayak ngerokok. Gw
ingetin juga tentang bahayanya, tentang efeknya, tentang masa depan, tentang
ortu. Dengan senyum yang polos dia
“ngiyain” kata2 gw. Ga tau deh besok2 gimana. Tapi what ever lah, yang penting
(minimal) gw dah berusaha ngingetin.
Sumpe,
sedih juga hati gw. Jadi miris gw. Timbul kegundahan di hati gw. Anak semuda itu,
lengkap dengan pakaian seragamnya, dengan tampang innocent-nya, dengan senyum
manis polos seorang anak baru gede, dengan bahasa2 simpel yang keluar dari
bibirnya, dan dengan lirikan malu2nya, ternyata adalah seorang perokok dan
pemakai narkoba. Tersayat hati gw. . . . generasi muda
Indonesia
, yang diharapkan bisa memperbaiki negeri
ini, yang harapannya bisa membangun peradaban, ternyata telah dicemari dan
dirusak dengan narkoba. Merinding juga gw, klo ternyata generasi hijau itu
harus layu sebelum masa keemasannya.
Negeri
ini punya potensi besar kawan! Generasi muda ky Kiki (dan kita juga tentunya)
adalah modal awal membangun peradaban! Akankah kita diam saja ?!!! masihkah
kita berdiam diri kalau kita tau bahwa masih banyak Kiki-Kiki yang lain di luar
sana, bahkan mungkin Kiki itu menjelma dalam bentuk kakak atau adik kita
sendiri….???!!! kalau kita diam saja, bukan tidak mungkin, di masa mendatang
kita hanya akan melihat tatapan nanar yang dingin, jasad lemah terkulai tanpa
diiringin ruh. Kalau kita diam saja, bukan tidak mungkin,
Indonesia
mendatang hanyalah dipenuhi dengan
teriakan2 histeris karena sakau. Apa yang kita harapkan dari keadaan seperti
itu?!!! Masihkah kita diam teman??!!! Apa yang sudah kita lakukan untuk bangsa
ini, jika lisan saja tidak bisa digerakkan ???!!!
Jangan
pernah berdiam diri teman! Jika memang kita punya kekuatan untuk memperbaiki,
minimal melalui lisan, maka lakukanlah! Jika memang kita belum bisa seperti
itu, maka berdoalah. Kita, ya kita! Kita harus terusik, bahkan marah, dengan
keadaan seperti itu, untuk kemudian tergugah untuk memperbaikinya. Kalau kita
tidak pernah menanam, maka jangan berharap kita bisa memetik.
Jika
ada 1000 pemuda yang berjuang membangun peradaban, maka salah satunya adalah
Aku
Jika
ada 100 pemuda yang berjuang membangun peradaban, maka salah satunya adalah Aku
Jika
ada 10 pemuda yang berjuang membangun peradaban, maka salah satunya adalah Aku
Jika
ada 1 pemuda yang berjuang membangun peradaban, maka itu adalah Aku
*sungguh,
perjuangan ini bukan dibangun berdasarkan keringanan2, tapi berdasarkan tekad
kita*