Nikmat itu bernama sehat
floating mess March 14th, 2007RSUAM, 22 Februari 2007,
09.45 WIB
Nikmat itu bernama sehat
Matahari masih sepenggala ketika
dokter rumah sakit mengizinkan saya untuk bisa pulang ke rumah. Enam hari
sudah, terhitung sejak hari sabtu, saya menjadi penghuni rumah sakit ini.
Dengan tangan kiri dihiasi infuse, rasanya lengkap sudah keterkungkungan ini.
Sebuah gigitan nyamuk Aedes Aygepty rupanya sudah sangat cukup
untuk meluluhlantakkan semua system kekebalalan tubuh ini. Ya, kembali ke titik
nista diri ini, bahwa sesungguhnya diri ini adalah manusia lemah tanpa daya
upaya. Tak kuasa, bahkan hanya untuk, menahan sakit yang ditimbulkan oleh
seekor nyamuk kecil. Tidak didahului oleh demam-demam ringan, yang biasanya
menyertai “penyakit populer” masyarakat, penyakit ini langsung saja nyelonong masuk hingga lemas adalah rasa
yang tersisa. Bahkan hanya untuk mengangkat kepala di depan dokter pun sudah
tak kuasa lagi.
Sempat miris juga hati ini,
bayangkan saja, dalam waktu yang cukup singkat diri ini dibuat tidak berdaya.
Organ pencernaan pun turut mengamini.
Semua makanan yang masuk ditolak. Sehingga, sekali lagi, hanya lemas yang
tersisisa. Mata ini boleh berkaca-kaca ketika mengingat kelemahan diri ketika
beribadah, tidak bisa dengan sikap terbaiknya. Dunia terasa bergoyang ketika
melakukan ritual-ritual religi. Ya,sekali lagi, ternyata manusia adalah makhluk
lemah, yang diberikan sedikit kekuatan, lalu terkadang lupa diri hingga
akhirnya sombong.
Bersyukur diberi sakit, mungkin
dengan ini saya bisa menghargai makna kesehatan, walaupun seharusnya tidak
harus dengan sakit. Ini semua telah terjadi, tinggal hikmahnya yang harus bisa
dipetik. Bagaimanapun, ini adalah pengalaman mahal dan berharga. Mahal karena
harus mengorbankan segala aktifitas yang seharusnya saya kerjakan sewaktu
sakit, berharga karena memang dengan sakit ini pikiran saya lebih terbuka, hati
saya lebih segar, dan saya akan berhati-hati untuk melangkah di hari esok.
Paling tidak ada —- hal yang
dapat dipetik :
ð bahwasanya manusia ini adalah makhluk lemah yang
diberi sedikit kekuatan untuk menjalani hidup
ð dengan sakit, sesungguhnya terkandung pesan
bahwa manusia tidak boleh sombong. Buktinya, hanya dengan perantara makhluk
Allah yang kecil saja, itu sudah lebih dari cukup sebagai alasan untuk membuat
manusia tidak berdaya.
ð Jaga kondisi badan waktu masih sehat. Ingat lima perkara sebelum lima perkara, salah satunya sehat sebelum sakit.
ð Jangan menunda amal yang akan dilakukan ketika
kita masih sehat, bisa jadi setelah kita sakit, maka amal itu tidak bisa kita
lakukan lagi.
Apakah kalian
masih menunggu kekayaan yang menjadikan sombong, atau kefakiran yang
melalaikan, atau penyakit yang merusak,
atau ketuaan yang menjadikan pikun, atau kematian yang membunuh, atau Dajjal
yang membuat yang ditunggu-tunggu, atau saat kiamat tiba. Maka sesungguhnya
kiamat itu sangat berbahaya.
ð jangan pernah kehilangan alasan untuk bersyukur.
Bahkan dalam sakit pun terdapat banyak nikmat yang bisa dipetik hikmahnya dan
dijadikan pelajaran. “Maka nikmat Tuhan mu yang mana lagi yang engkau dustakan
?”
ð cintai keluarga dan teman, karena akan sulit
bagi kita untuk berbagi kepada orang-orang yang kita cintai ketika kita sakit.
+++++++++++++++ salam sehat +++++++++++++++++++++
December 14th, 2008 at 3:33 pm
Hi!
My name is Jessika!