Ringkasan Rich Dad Poor Dan for Teens (Robert T. Kiyosaki)
Books September 26th, 2007buku ini berbicara tentang manajemen uang. penulisnya menjelaskan pemikiran utamanya dengan menggunakan 2 tokoh, yaitu ayah miskin dan ayah kaya.
|
yang |
yang |
|
belajarlah dengan tekun supaya kau |
belajarlah dengan tekun supaya kau |
|
alasanku tidak menjadi kaya adalah aku |
alasanku untuk menjadi kaya adlah aku |
|
kalau sydah berurusan dengan uang, |
belajarlah untuk mengelola resiko |
|
bekerjalah untuk mendapatkan bayaran |
jadilah mandiri secara financial |
|
tabung |
investasikan! |
|
tulislah daftar riwayat hidup yang |
tulislah rencana fianansial dan bisnis |
Salah satu cara terbaik untuk bebas secara financial adalah
dengan menjadi pemilik bisnis yang suskses – yang kebanyakan dikelilingi oleh
anggota tim yang kuat
Bekerja dengan orang lain bisa memberikan kepuasan yang
besar, secara emosional maupun financial. Hal ini memungkinkanmu mengoper id
eke orang lain. Kalau hanya sendiri, mungkin kau akan merasa tidak yakin harus
mulai dari mana dan harus mengambil arah yang mana.
Rahasian uang ayah kaya : bekerjalah untuk belajar, bukan
untuk memperoleh
Ketika hidup menekan dan mempermainkan saya, saya harus
membalas untuk balik menekan. Tapi jangan biarkan emosi – terlebih rasa takut
- membuat keputusan bagi saya. Ketika
keadaan “menekan titik lemahmu”, mundurlah sejenak dan cobalah mengkaji keadaan
itu dengan tenang, menggunakan kecerdasan interpersonal dan intrapersonalmu.
Keahlian juga akan menolongmu dalam dunia bisnis saat kau bekerja dengan orang
yang sulit.
Bekerjalah untuk belajar dan biarkan uang yang bekerja
untukmu. Lebih baik menemukan kekuaan untuk menghasilkan uang daripada bekerja
untuk uang.
Saat kau melakukan tugas2 rutin sebagai bagian dari pekerjaan
atau tugas rumah harianmu, rasanya seperti menghitung domba sebelum tidur
–membosankan sampai2 bisa membuatmu tertidur! Namun sebenarnya kalau kau
memiliki sikap yang tepat, mengerjakan sesuatu yang rutin dapat bersifat
mediatif dan membangkitkan semangat. Sebenarnya itu memberimu kesempatan berupa
waktu hening untuk membiarkan otakmu memperoleh pemikiran kreatif. Dan
pemikiran kreatif adalah kunci rahasia sukses ayah kaya!
Rahasia uang ayah kaya : uangku bekerja untukku
Ketika tokoh dalam buku ini dan temannya bekerja tanpa
dibayar (ini pelajaran bagi mereka untuk benar2 melakukan “bekerja untuk
belajar, bukan untuk memperoleh), ayah kaya berkata : teruskan nak, tapi
semakin cepat kau lupa bahwa kau membutuhkan bayaran, semakin mudah hidupmu
saat kau dewasa nanti. Tetaplah gunakan otakmu, bekerjalah dengan bebas, dan
pikiranmu akan segera menunjukkan cara2 menghasilak uang jauh lebih banyak
daripada yang bisa aku bayar. Kau akan melihat hal2 yang tidak pernah dilihat
orang lain. Peluang ada tepat di depan hidung mereka. Sebagian besar tidak
pernah melihat peluang itu karena mereka mencari uang dan keamanan, maka hanya
itulah yang merka dapatkan. Saat kau melihat satu peluang, kau akan mulai
melihat banyak peluang selama sisa hidupmu.
Rahasia uang ayah kaya : menghasilkan uang
Jenis2 pendapatan :
ð Pendapatan yang diperoleh : uang yang diterima
dari bekerja – gaji.
ð Pendapatan pasif
: pendapatan yang diperoleh bakhan ketika tidak bekerja secara fisik melakukan
pekerjaan. Pendapatan pasif bisa dating dari bisnis yang kau atur dan
dijalankan oleh orang lain secara harian. Ex : nyewakan sebuah rumah, komik,
bisa juga dari royalty.
ð Pendapatan
portofolio : kalau punya uang yang diinvestasikan dalam asset kertas (saham,
obligasi, dan reksa dana), artinya kau punya pendapatan portofolio. Pendapatan
portofolio bekerja dengan prinsip yang sama dengan pendapatan pasif. Uangmu
bekerja bahkan saat kau sedang tidur.
Satu2nya hal yang
perlu kau ingat adalah : perbedaan antara aset dan liabilitas. Orang kaya
memperoleh aset, sementara orang miskin dan kelas menengah memperoleh
liabilitas, tapi mereka mengira bahwa itulah aset.
Aset = uang di dalam
kantongmu.
Definisi tradisional
tentang aset adalah segala sesuatu yang kau miliki yang memiliki harga tertentu
–yang bisa “berubah menjadi uang” kalau kau memerlukannya. Disini kita berpikir
bahwa aset adalah barang2 yang kita miliki yang bisa dijual untuk mendapatkan
uang. Secara teknis juga bisa berarti uang yang ada di rekening bank dan di
dompet.
Akan tetapi, ini dia
jebakannya! Sementara kau berpikir semua barang yang kau miliki adalah aset
(karena kau bisa menjualnya untuk mendapatkan uang), semuanya itu bukanlah
benar2 aset sebelum dijual. Mengapa? Karena mereka tidak memasukkan uang ke
kantongmu sebelum dijual (kemudian itu semua bukan lagi aset karena sudah tidak
menjadi milikmu lagi!). hal ini juga berlaku pada dompetmu, dengan berdiam di
dompetmua, uang tidaklah secara diam2 menjadi ganda dengan sendirinya. Untuk
menjadikan suatu hal yang mungkin bahwa uang “menggandakan dirinya” adalah
dengan cara menginvestasikan pada aset yang memberimu pendapatan pasif dan
portofolio. Apapun milikmu yang menghasilkan pendapatan pasif dan portofolio
adalah aset.
Liabilitas = uang
keluar dari katongmu
Liabilitas membuat
uang keluar dari kantongmu. Nyatanya, banyak benda yang kita miliki (ex : tv,
computer) yang secara tradisional dianggap aset, sebenarnya ini adalah
liabilitas, karena untuk mendapatkannya kau harus mengeluarkan uang dari
kantongmu. Dan banyak dari benda2 itu, saat ditukar denga uang tunai, akan
memberikan lebih sedikit uanga daripada yang kau keluarkan saat membeliny.
Liabilitas juga
mencakup pinjaman, uang yang harus kita keluarkan saat kita menyewa sesuatu,
dan hutang yang harus dibayar.
Aset atau liabilitas
?
Rumah bisa jadi
aset, bisa juga menjadi liabilitas. Ketika membeli rumah, maka yang harus
dikeluarkan adalah uang untuk listrik, biaya untuk membeli perabotan (ac, tv,
kulkas, dll), biaya perawata. Kalau kasusnya seperti ini, maka yang terjadi
adalah rumah menjadi liabilitas. Tetapi beda halnya kalau kita membeli rumah
untuk disewakan, memang kita mengeluarkan uang untuk perawatan, tapi kita juga
mendapatkan uang dari hasil sewa.
Begitu juga setiap
barang yang kita beli dan membutuhkan perawatan (misal : motor, mobil
membutuhkan bensin dan biaya servis). Kalau tidak digunakan untuk usaha, maka
benda2 itu hanya menambah pengeluaranl.
So, untuk para
remaja. Membelilah dengan cermat! Jangan menghambur2kan uang untuk membeli
barang2 tidak berguna. Lihatlah aset yang kau miliki, jagalah dengan baik.
Mungkin saja suatu hari benda2 itu bernilai lebih tinggi daripada saat kau
membelinya –tapi gak dijamin yaaa…
Kebanyakan benda
yang kita beli, harganya mulai turun drastic saat kita memblinya dan membuka
kemasannya (ex : motor, computer, hp, dll).
SSSSOOOOO …..
è Aset memasukkan
uang ke dalam kantongmu
è Liabilitas
mengeluarkan uang dari kantongmu
è Belilah aset yang
menghasilkan pemasukan
Rahasia uang ayah
kaya : semuanya mengenai arus kas
Laporan keuangan :
membaca angka2
Laporan keuangan
menunjukkan hubungan antara apa yang kau miliki dan apa yang kau pinjam/utang.
Laporan keuangan merupakan gambaran kondisi keuanganmu pada suatu saat. Laporan
ini terdiri dari dua bagian : laporan rugi-laba dan neraca
Laporan laba-rugi :
secara sederhana menunjukkan uang apa yang masuk dan uanga paa yang keluar dan
secara seketika memberimu gambaran uanga apa yang tersedia. Ini mewakili
pendapatan dan pengeluaran pada periode waktu tertentu.
Neraca : menunjukkan
hubungan (dan kadang2 tarik menarik) antara aset dan liabilitas. Ii potret
suatu saat tertentu.
Menciptakan arus kas mu sendiri
Bekerjalah untuk
belajar, bukan untuk memperoleh
Kerja adalah pertukaran
Kau bisa memperoleh
apapun yang kau inginkan kalau kau mau menukarkan sesuatu yang berharga dengan
hal yang kau inginkan. Semakin bayak member, maka semakin banyak menerima
balasannya.
Untuk menciptakan
pertukaran yang adil, kau harus mempelajari seerapa berharga setiap pekerjaan
bagimu. Kau harus mencari kesempatan, dan bukannya upah. Kalau kau melakukan
pekerjaan yang hanya seharga sejuamlah uang yang berhenti di kantongmu setelah
menerima upah, maka itu bukanlah pertukaran yang baik. Bekerja untuk
mendapatkan upah berarti kau memberikan sejumlah waktumu dan baiasanya
memperoleh sejumlah uang yang setara (atau malah kuran) dengan harga waktumu
tersebut. Bekerja untuk belajar berarti bahwa kau biasanya mendapatkan kembali
sesuatu yang jauh lebih besar daripada waktu yang telah kau berikan –sebagai
tambahan dari uang tunainya!
Mengelola asetmu
Pendekatan celengan
Kita menyimpan uang,
dengan pembagian celengan sebagai berikut :
ð Celengan berama :
gunanya untuk beramal. Karena menyumbangkan uang adalah salah satu cara terbaik
untuk membantu membetulkan segala sesuatu yang salah di dunia ini. Rasanya
menenangkan untuk melihat sebuah masalah dan tahu bahwa kau memiliki kekuasaan
untuk menyumbangkan uang kepada penyebab atau kelompok yang akan membantu membuat
dunia menjadi lebih baik. Membeli barang untuk dirimu sendiri adalah hebat,
tetapi memberikan uang kepada orang lain adalah perasaan terbaik di dunia.
ð Celengan tabungan
: karena penting untuk menutupi pengeluaran selama setahun.sebetulnya sulit untuk
direalisasikan, tapi intinya adalah memiliki simpanan tabungan, uang yang
disisihkan dengan aman untuk “hari ujan”. Celengan ini mewakili keamanan.
Sekalipun menyimpan uang di celengan ini penting, tidaklah penting menyimpan
semua uang lebihmu di situ. Berikut alasannya :
Kebanyakan rekening di bank memberikan bunga. Inilah
yang mendorong kita untuk menabung di bank. Tapi kenyataannya, bunga itu
tidaklah besar. So, tempat yang memberikan keuntungan besar adalah asetmu.
ð Celengan
investasi : gunanya untuk investasi,
yang mewakili resiko dan belajar, dan membeli dan membangun aset. Celengan
kedua adalah yang kebanyakan orang piker perlu menjadi focus mereka. Namun,
karena biasanya investasi menghasilkan lebih banyak uang daripada rekening
tabungan, maka celengan ketiga ini layak mendapat lebih banyak perhatian dalam
rangka menciptakan kemakmuran.
Laba atas investasi
Ayah kaya berkata
“penabung adalah pecundang”. Ia tidak berkata bahwa menabung itu buruk. Ia
ingin kami mengerti, bahwa menabung memiliki batas.
Ex : saya memutuskan
membeli sebuah apartemen dan menyewakannya. Saya membeli bangunan itu seharga
100.000.000 dan mengambil 10.000.000 dari tabungan saya sebagai uang muka. Saya
pergi ke bank untuk mengambil kredit, yang berarti bahwa saya meminjam sisa
uang (90.000.000) untuk membeli bangunan itu dari bank dan membayar jumlah itu
(Berikut bunga) kepada bank dengan mengangsur.
Dalam waktu setahun,
pendapatan yang saya peroleh dari para penyewa –dikurangi apa yang saya bayrkan
untuk pinjaman, pajak, dan beberapa perbaikan—mampu mengembalikan 10.000.000
yang saya bayarkan sebagai uang muka. Saya sekarang akan mengambil 10.000.000
itu dan membali bangunan atau usaha lain. Sekarang semua pendapatan yang saya
peroleh secara pasti akan kembli pada investasi saya. Kalau saya menyimpan
10.000.000 yang pertama di rekening, mungkin uang itu akan pergi entah kemana.
Membayar dirimu
sendiri lebih dulu
Saya telah mengambil
uang yang saya butuhkan untuk membeli apartemen dari celengan tabungan. Segera
setelah saya memperoleh sejumlah uang, tempat pertama yang akan saya taruhi
uang itu adalah celengan itu lagi. So, bayar terlebih dahulu dirimu. Taruh uang
ke dalam kolom aset sebelum membayar pengeluaran bulanannya yang berupa
pinjaman dan uang sekolah.
Setiap lembar uang
pada setiap saat
Dengan setiap lembar
uang yang kita miliki, kita memiliki kekuatan menentukan nasih kita sendiri.
Habiskan uang itu dengan bodoh dan kau telah memilih menjadi miskin. Habiskan
dalam liabilitas dari waktu ke waktu dan kau akan selalu menjadi kelas
menengah. Belajarlah bagaiman mendapatkan aset dan kau memilih kemakmuran
sebagai tujuan dan masa depanmu. Pilihan ada di tangan kita! Setiap hari dengan
uang yang kita terima dan keluarkan. Ini adalah tanggungjawab yang menakjubkan
dan perasaaan berkuasa yang mengagumkan. Masa depan financial ku ada di
tanganku sendiri!!!
Kunci kebebasan
financial adalah kemampuan untuk
mengubah pendapatan yang diperoleh menjadi pendapatan pasif dan/atau
portofolio.
Berinvestasi untuk
menjadi kaya memerlukan keterampilan pribadi yang berbeda-beda, tapi intinya
adalah berinvestasi dengan laba tinggi dan resiko rendah. Dengan kata lain,
menciptakan aset yang bisa membeli aset yang lain.